HACER
Hacker
muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi
mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial
Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kata hacker pertama kali
muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki
keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang
lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983,
analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki
obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer.
Hacker
adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat
kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan
orang-orang di Internet. Sebagai contoh : digigumi (Grup Digital)
menggunakan teknik teknik hexadecimal untuk mengubah teks yang terdapat
di dalam game. Contohnya, game Chrono Trigger berbahasa Inggris dapat
diubah menjadi bahasa Indonesia.
1. Elite
Ciri-ciri
: mengerti sistem operasi luar dalam, sanggup mengkonfigurasi &
menyambungkan jaringan secara global, melakukan pemrogramman setiap
harinya, effisien & trampil, menggunakan pengetahuannya dengan tepat
2. Semi Elite
Ciri-ciri
: lebih muda dari golongan elite, mempunyai kemampuan & pengetahuan
luas tentang komputer, mengerti tentang sistem operasi (termasuk
lubangnya), kemampuan programnya cukup untuk mengubah program eksploit.
3. Developed Kiddie
Ciri-ciri
: umurnya masih muda (ABG) & masih sekolah, umumnya masih
menggunakan Grafik User Interface (GUI) & baru belajar basic dari
UNIX tanpa mampu menemukan lubang kelemahan baru di sistem operasi.
4. Script Kiddie
Ciri-ciri
: seperti developed kiddie dan juga seperti Lamers, mereka hanya
mempunyai pengetahuan teknis networking yang sangat minimal.
5. Lamer
Ciri-ciri
: tidak mempunyai pengalaman & pengetahuan tapi ingin menjadi
hacker sehingga lamer sering disebut sebagai ‘wanna-be’ hacker.
1. Mampu mengakses komputer tak terbatas dan totalitas.
2. Semua informasi haruslah FREE.
3. Tidak percaya pada otoritas, artinya memperluas desentralisasi.
4. Tidak memakai identitas palsu, seperti nama samaran yang konyol, umur, posisi.
5. Mampu membuat seni keindahan dalam computer.
6. Komputer dapat mengubah hidup menjadi lebih baik
7. Pekerjaan yang di lakukan semata-mata demi kebenaran informasi yang harus disebar luaskan.
8. Memegang teguh komitmen tidak membela dominasi ekonomi industri software tertentu.
9. Hacking adalah senjata mayoritas dalam perang melawan pelanggaran batas teknologi computer.
10. Baik
Hacking maupun Phreaking adalah satu-satunya jalan lain untuk
menyebarkan informasi pada massa agar tak gagap dalam komputer.
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.
Cracker tidak memiliki kode etik apapun.
1. Hormati pengetahuan & kebebasan informasi.
2. Memberitahukan sistem administrator akan adanya pelanggaran keamanan / lubang di keamanan yang anda lihat.
3. Jangan mengambil keuntungan yang tidak fair dari hack
4. Tidak mendistribusikan & mengumpulkan software bajakan
5. Selalu
bersedia untuk secara terbuka / bebas / gratis memberitahukan &
mengajarkan berbagai informasi & metoda yang diperoleh.
6. Hormati mesin yang di hack, dan memperlakukan dia seperti mesin sendiri.
7. Tidak pernah memberikan akses ke seseorang yang akan membuat kerusakan.
8. Tidak pernah secara sengaja menghapus & merusak file di komputer yang dihack.
9. Tidak pernah meng-hack sebuah sistem untuk mencuri uang.
CRACKER
Pada
perkembangan berikutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri
hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang
mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon
(phreaking). Hacker sejati menyebut orang-orang ini ‘cracker’ dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas.
bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas.
Cracker
adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker
lebih bersifat destruktif, biasanya di jaringan komputer, mem-bypass
password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan
komputer, men-deface (merubah halaman muka web) milik orang lain bahkan
hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan
cracking untuk keuntungan sendiri.
Cracker tidak mempunyai hirarki khusus karena sifatnya hanya membongkar dan merusak.
Cracker tidak mempunyai kode etik ataupun aturan main karena cracker sifatnya merusak.
a. Hacker
1. Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs.
1. Mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs.
2. Hacker mempunyai etika serta kreatif dalam merancang suatu program yang berguna bagi siapa saja.
3. Seorang Hacker tidak pelit membagi ilmunya kepada orang-orang yang serius atas nama ilmu pengetahuan dan kebaikan.
b. Cracker
1. Mampu
membuat suatu program bagi kepentingan dirinya sendiri dan bersifat
destruktif atau merusak dan menjadikannya suatu keuntungan.
2. Bisa berdiri sendiri atau berkelompok dalam bertindak.
3. Mempunyai situs atau cenel dalam IRC yang tersembunyi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.
4. Mempunyai IP yang tidak bisa dilacak.
5. Kasus
yang paling sering ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian
pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan.
Hacker :
membuat teknologi internet semakin maju karena hacker menggunakan
keahliannya dalam hal komputer untuk melihat, menemukan dan memperbaiki
kelemahan sistem keamanan dalam sebuah sistem komputer ataupun dalam
sebuah software, membuat gairah bekerja seorang administrator kembali
hidup karena hacker membantu administrator untuk memperkuat jaringan
mereka.
Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.
Cracker : merusak dan melumpuhkan keseluruhan sistem komputer, sehingga data-data pengguna jaringan rusak, hilang, ataupun berubah.
Pekerjaan
Hacker adalah menyelesaikan masalah dan membuat sesuatu yang berguna,
dan hacker percaya pada kebebasan dan kerjasama. Untuk menjadi seorang
hacker Anda harus merasa tertarik untuk memecahkan persoalan, mengasah
keahlian, dan melatih kecerdasan.
Disamping
sikap diatas dibutuhkan juga kecerdasan, latihan, dedikasi, dan kerja
keras. Kemampuan dalam bidang yang sulit yang melibatkan ketajaman
mental, keahlian serta konsentrasi dan hanya dapat dikuasi oleh sedikit
orang adalah baik.
1. Pelajari
Bahasa Pemrograman. Bahasa-bahasa terpenting dalam hacking adalah
Pyton, C, Perl, dan LISP tapi paling baik sebetulnya mempelajari
semuanya.
2. Kuasi Sistem Operasi, pelajari Sistem Operasi, terutama Linux dan Unix BSD.
3. Pelajari
Worl Wide Web. Maksudnya lebih dari sekedar menggunakan browser, tetapi
mempelajari cara menulis HTML, bahasa markup Web.
4. Pelajari Jaringan Komputer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar